Tuesday, August 01, 2006

KONSEP WILAYAH
DAN PUSAT PERTUMBUHAN


A. Wilayah Formal dan Fungsional
Wilayah formal adalah wilayah yang mempunyai ciri khas tertentu berdasarkan objek yang dimiliki tempat tersebut yang bisa dibedakan dengan wilayah lain. Biasanya untuk membuat batas wilayah digunakan batas bentangan alam, misalnya sungai, jalan, gunung, dll.
Region adalah wilayah geografi yang mempunyai ciri khas tertentu. Contoh wilayah regional misalnya wilayah regional eropa barat, asia tenggara, asia timur amerika latin, dll. Yang lebih sempit lagi misalnya negara Indonesia, Singapura, Thailand, dll.
Wilayah fungsional adalah wilayah yang saling terkait antara wilayah satu dengan wilayah lainnya karena perbedaan produk yang dihasilkan disebabkan perbedaan fungsi wilayah. Dan perbedaan itu mengakibatkan keterkaitan satu wilayah dengan wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contohnya, wilayah pantai menghasilkan ikan laut, wilayah dataran rendah berfungsi menghasilkan pertanian, kolam air tawar, dan masih banyak lagi wilayah yang lainnya.

B. Perwilayahan Berdasarkan Fenomena Grafis Membuat di Lingkungan Setempat
Pada dasarnya fenomena grafis antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya berbeda baik dilihat dari wilayah fungsional maupun wilayah formal. Fenomena grafis antar wilayah dipengaruhi berbagai faktor, yaitu :
a) Keadaan fisik
b) Keadaan sosial budaya
c) Lokasi dan luas wilayah
Untuk memudahkan perencanaan suatu wilayah, baik merupakan wilayah formal maupun wilayah fungsional menurut Jaya dinata ( tahun 1999 ) dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan territorial ( formal )
Yaitu perencanaan pembangunan wilaya dengan memperhitungkan sumber daya manusia dan sumber daya alam. Contoh :
a) Jakarta latar belakangnya sunda kelapa yang merupakan kota pelabuhan
b) Yogyakarta latar belakangnya merupakan daerah kerajaan

2. Pendekatan fungsional
yaitu perencanaan pembangunan wilayah dengan memanfaatkan lokasi, kadaan alamnya sebagai kegiatan ekonomi, contoh :
a) Dalam pantai dikembangkan menjadi kota pelabuhan
b) Dataran rendah dikembangkan menjadi pertanian padi

Menurut Edward Ulman ada 3 faktor timbulnya interaksi antar wilayah, yaitu :
a. adanya wilayah saling melengkapi, yaitu wilayah yang memilki sumber daya yang berbeda-beda baik secara kuantitas maupun kualitas.
b. adanya kesempatan untuk berinteraksi
sector ini mempunyai 2 pengertian, yaitu :
1) Kemungkinan perantara dapat menghambat timbulnya suatu interaksi antara 2 wilayah dan memenuhi kebutuhan sumber daya dari daerah lain.
2) Adanya sumber daya pengganti yang dibutuhkan suatu wilayah, sehingga melemahkan interaksi dengan wilayah lain.
c. adanya kemudahan pemindahan dalam ruang
faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain :
1) Jarak mutlak dan jarak relative antar wilayah
2) Biaya transportasi antar wilayah satu dengan wilayah yang lainnya
3) Kemudahan atau kelancaran transportasi antar wilayah.

C. Teori - Teori Interaksi
1. Model grafitasi dan interaksi dalam ruang
Teori ini ditetapkan oleh W.J. Reilly, untuk mengukur kekuatan interaksi antar 2 wilyah, dengan rumus :
*Rumusnya :




Ket : I1,2 = kekuatan interaksi antar 2 wilayah
P1 = jumlah penduduk di wilayah pertama
P2 = jumlah penduduk di wilayah kedua
J1,2 = jarak antara wilayah satu ke wilayah dua
K = nilai Konstanta empiris, biasanya 1

2. Teori titik henti
Model ini dikemukakan oleh W.J. Reilly, titik tersebut digunakan untuk hal – hal berikut :
a. menentukan lokasi unit usaha ekonomi
b. menentukan lokasi sarana pendidikan
c. menentukan lokasi sarana kesehatan
*Rumusnya :




Ket :ThAB = jarak lokasi titik henti yang diukur dari wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil
JAB = jarak antara kota A ke B
PA = jumlah penduduk kota yang lebih banyak
PB = jumlah penduduk kota yang lebih kecil


3. Teori Grafik
Dikemukakan oleh K.J. Kansky untuk mengetahui kekuatan interaksi antar kota dalam suatu wilayah dilihat dari jaringan jalan, digunakan rumus indeks konektifitas :
*Rumusnya :




Ket : b = indeks konektivitas
V = jumlah kota dalam suatu wilayah
e = jumlah jaringan jalan yang menghubungkan kota


D. Pengaruh Interaksi
Interaksi adalah hubungan timbale balik yang saling berpengaruh antara 2 wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan, atau permasalahan baru. Gejala interaksi dapat berupa pergerakan manusia dengan tujuan tertentu. Pengaruh positif dari interaksi, yaitu :
a. tingkat pengetahuan penduduk meningkat
b. masuknya unsure teknologi ke pedesaan
c. adanya lembaga pendidikan di pedesaan yang memberikan sumbangan
d. pembangunan sarana dan prasarana transportasi untuk mempercepat hubungan antara desa ke kota

E. Contoh Pewilayahan Secara Formal & Fungsional
* Pewilayahan secara formal
Sebagaimana sudah diuraikan sebelumnya wilayah formal dapat dibedakan secara phisik maupun social budaya. Sehingga suatu wilayah formal bisa dibedakan dengan wilayah formal lainnya.
a. contoh perbedaan secara phisik
1. wilayah propinsi riau umumnya terdiri dataran rendah dan sungai
2. wilayah sumbar terdiri dari pegunungan
b. contoh perbedaan secara social budaya
1. adanya daerah kesultanan yogyakarta dan surakarta
2. wilayah kebudayaan pasundan
3. wilayah pantura
Wilayah formal dijadikan dalam rencana pembangunan wilayah karena mempunyai karateristik yang seragam. Oleh karena itu, untuk membatasi wilayah formal harus ada criteria tertentu dan ditimbang secara bersama-sama dengan pemerintah setempat.
* Pewilayahan secara fungsional
Wilayah fungsional memiliki hubungan yang saling terkait dan saling membutuhkan antara wilayah yang satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya antarawilayah yang berlainan terdapat perbedaan fungsi sehingga aktifitas suatu wilayah dapat menunjang aktifitas wilayah lainnya. Majunya wilayah fungsional tergantung pada 2 faktor, yaitu :
1. arus yaitu arus barang & manusia
2. jarak, berhubungan dengan sarana jalan, transportasi, komunikasi jarak jauh, dan tergantung biaya yang harus dikeluarkan.





F. Mengidentifikasikan Pusat Pertumbuhan
* Pengertian pusat pertumbuhan
Pusat pertumbuhan adalah suatu daerah yang perkembangannya sangat pesat sehingga diharapkan dapat memajukan daerah-daerah yang berada di sekitarnya. Ada 3 faktor utama yang mempengaruhi berkembangnya pusat pertumbuhan, yaitu :
1. sumber daya alam
2. sumbr\er daya manusia
3. lokasi
Sumber daya alam sangat besar pengaruhnya dalam perumbuhan suatu wilayah. Sumber daya manusia juga besar pengaruhnya bagi pembangunan suatu wilayah. Masalah utama pembangunan wilayah di Indonesia berkaitan dengan jumlah penduduk yang sangat besar, penyebaran yang tidak merata, seta rendahnya system pendidikan & keterampilan.
Faktor penentu berkembangnya suatu wilayah adalah lokasi. Faktor lokasi terbagi menjadi 2, yaitu :
1. site, berhubungan dengan situasi internal dari suatu wilayah, seperti benruk wilayah, keadaan iklim, dll.
2. situasi, daya jangkau dari suatu wilayah untuk memberikan pelayanan terhadap wilayah – wilayah lain di sekitarnya.

G. Teori Pusat Peretumbuhan
Ada beberapa teori pusat pertumbuhan, yaitu :
I. Teori tempat sentral
Pada tahun 1933, walter christaller, seorang ahli geografi jerman mengatakan teorinya dalam jangkauan ( range ) dan ambang ( threshold ).
Range adalah jarak yang harus ditempuh orang untuk mendapatkan barang-barang kebutuhannya yang hanya kadang – kadang saja.
Threshold adalah jumlah minimal dari penduduk yang menunjangb keseimbangan dan kelancaran suplai barang. Ia juga membedakan ada threshold tinggi & threshold rendah. Hierarki wilayah sentral juga bisa dibagi berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan oleh wilayah sentral tersebut, yaitu :
1. wilayah sentral berhierarki 3 ( K = 3 )
2. wilayah sentral berhierarki 4 ( K = 7 )
3. wilayah sentral berhierarki 7 ( K = 7 )
II. Teori kutub pertumbuhan ( Growth Poles Theory )
Teori ini dikemukakan pertama kali di Perroux yang berkembang di Perancis, pada tahun 1995. Wilayah yang menjadi pusat pembangunan yang dinamakan pusat pertumbuhan ( kutub pertumbuhan )

H. Menentukan batas wilayah pertumbuhan
* tujuannya, yaitu : a. untuk memudahkan koordinasi dan pegawasanperkembangan daerah itu sendiri
b. untuk pemerataan pembangunan wilayah – wilayah di Indonesia.

* Wilayah Pembangunan Utama di Indonesia, yaitu :
Wilayah pembangunan utama Kota pusat pertumbuhan Pembagian wilayah utama Kota-kota yang dikembangkan
A Medan III Aceh, Sumut, berpusat di MedanSumbar, Riau berpusat di Pekan Baru
B Jakarta IIIIVV Jambi, Sumsel, Bengkulu, berpusat di PalembangLampung, Jakarta, Jabar Jateng, DIY, berpusat di JakartaKalbar berpusat di Pontianak
C Surabaya VIVII Jatim, Bali berusat di SurabayaKalteng, Kaltim, Kalsel, berpusat di Balikpapan & Samarinda
D Ujung Pandang VIIIIXX NTB, NTT, Sulsel, Sulteng berpusat di Ujung Pandang Sulteng, Sulut berpusat di ManadoMaluku & PaPua berpusat di Sorong

* Wilayah pembangunan jawa barat dibagi menjadi 6 WPD, yaitu :
1. WPD Jabotabek dengan sebagian kecil Sukabumi ( dikembang berbagai aktivitas industri )
2. WPD Bandung Raya
3. WPD Priangan timur
4. WPD Karawang
5. WPD Cirebon
6. WPD Banten terdri dari 4 zona, yaitu :
a) Wilayah utara
b) Wilayah selatan
c) Wilayah Teluk Lada
d) Wiayah Cilegon
· Wilayah pembangunan kabupaten Bogor dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu :
1. Wilayah pembangunan barat ( meliputi 11 kecamatan )
2. Wilayah pembangunan tengah ( meliputi 18 kecamatan )
3. Wilayah pembangunan timur ( meliputi 6 kecamatan )


I. Pengaruh Pusat Pertumbuhan
a) Terhadap Konsentrasi & Penyebaran Sumber Daya
Wilayah tersebut akan didatangi bayak orang dan akhirnya daerah tersebut akan menjadi pusat penduduk.
b) Terhadap perkembangan ekonomi & Sosial Budaya
Perkembangan di sector ekonomi suatu wilayah juga memberikan dampak kepada perkembangan social budaya wilayah tersebut dan sekitarnya. Dan semuanya itu membutuhkan kerja keras dan komitmen yang berkelanjutan. Oleh karena itu pembangunan yang akan dilakukan hendaknya melalui perencanaan yang matang dan implementasi yang berkesinambungan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home